fbpx
13

IDHOST.ID, Jakarta – Di era digital sekarang ini, hampir semua tempat memiliki jaringan wireless (Wi-Fi) yang bisa Anda gunakan setiap waktu.

Walaupun dapat memudahkan aktivitas sehari-hari, ternyata jaringan wireless rentan akan permasalahan keamanan jaringan yang bisa menyebabkan berbagai banyak hal berbahaya dalam aktivitas online Anda.

Dalam artikel kali ini, IDHOST.ID akan membahas beberapa keamanan koneksi Wi-Fi yang bisa Anda perhatikan ketika ingin melakukan login koneksi khususnya Wi-Fi terbuka atau ditempat umum.

Dalam keamanan jaringan, ada WEP, WPA, dan WPA2 personal vs enterprise yang hadir sebagai pilihan keamanan nirkabel spAcer.

Tiga ini merupakan tipe-tipe keamanan Wi-Fi yang banyak digunakan saat ini. Hal tersebut merujuk pada protokol enkripsi nirkabel untuk melindungi informasi yang dikirim dan terima melalui jaringan nirkabel.

Protokol Wired Equivalent Privacy (WEP)

Ini tipe keamanan nirkabel pertama dan dianggap paling tidak aman dari semua protokol. Meski mudah diretas, WEP jadi yang paling banyak digunakan di dunia sampai sekarang. Alasan WEP masih digunakan biasanya karena masih menggunakan perangkat lama, administrator jaringan belum mengubah keamanan default jaringan, atau perangkat belum mendukung sistem keamanan lebih baru WPA.

Protokol WiFi Protected Access (WPA)

WPA hadir sebagai penerus WEP akibat kelemahan dari sistem tersebut. WPA didesain dengan komponen enkripsi Temporal Key Integrity Protocol (TKIP) yang kemudian digantikan oleh Advanced Encryption Standard (AES). Namun ternyata WPA masih mengadopsi beberapa fitur dari WEP, yang pada akhirnya membuat protokol ini dianggap juga tidak aman.

Protokol WiFi Protected Access II (WPA2)

WPA2 adalah penerus untuk menggantikan WPA. Salah satu perubahan paling signifikan antara WPA dan WPA2 adalah penggunaan algoritma AES dan CCMP (Counter Cipher Mode with Block Chaining Message Authentication Code Protocol) sebagai pengganti TKIP. Hal inilah yang membuat WPA2 jadi protokol paling aman dibandingkan WPA dan WEP.

Ada dua versi WPA 2, yakni personal dan enterprise. Keduanya sama-sama menggunakan metode enkripsi yang kuat (AES-CCMP) untuk dapat mengamankan data yang dikirim secara nirkabel. Namun, ada perbedaan di antara keduanya.

Perbedaan utama WPA2 personal vs enterprise ada pada tahap otentikasinya. Sebagian besar jaringan Wi-Fi menggunakan WPA2 Personal, seperti pengguna rumahan dan bisnis kecil. Pada mode personal, konsepnya sederhana dan menggunakan konfigurasi PSK (Pre-Shared Key) untuk autentikasi. Selain itu, WPA2 Personal menggunakan satu kata sandi untuk semua penggunanya.

Sementara WPA2 Enterprise banyak sebagian besar digunakan oleh perusahaan besar. Metode ini tidak cocok untuk pengguna rumahan karena menggunakan username dan password unik untuk setiap penggunanya serta memerlukan server otentikasi RADIUS. Sehingga pengguna yang ingin memakai WiFi harus memiliki akses yang terhubung ke database terlebih dahulu. 

Dengan menggunakan metode WPA2 Enterprise, jika ada karyawan yang resign atau laptop hilang, perusahaan bisa menonaktifkan akun pengguna di dalam database agar tidak lagi bisa terhubung ke jaringan koneksi internet lagi. (red/idhost)

Pin It on Pinterest